Minggu, 07 Agustus 2011

PATOFISIOLOGI KECEMASAN





Dalam dekade terakhir, para peneliti otak telah memberikan lebih banyak bukti bahwa gangguan kecemasan umum terkait dengan faktor biologis.

Ada reseptor di otak yang menerima neurotransmiter asam gamma-aminobutyric (GABA). Ketika GABA ditransmisikan ke reseptor, neuron diperintahkan untuk berhenti menembak. Generalized Anxiety Disorder ( gangguan kecemasan) terjadi ketika GABA tidak dapat mengikat secara akurat ke sel reseptor, atau ketika ada terlalu sedikit reseptor GABA. Tanpa jumlah yang tepat dari penerimaan GABA, neuron berlebihan akan, menyebabkan orang untuk tidak menerima pesan cukup untuk "berhenti". Hasilnya adalah orang itu terus-menerus tegang, menjadi terlalu cemas dan gelisah. seanjutnya akan memicu peningkatan saraf simpatis yang akan menimbulkan berbagai gejala yang telah disebutkan diatas.


Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya rasa cemasdiantaranya:



Faktor Perilaku
Pola-pola perilaku tertentu mengajarkan seseorang bertindak dengan cara berbeda. Misalnya jika sejak kecil seringkali diterapkan perilaku main sendiri atau tidak terlalu bersosialisasi, maka kondisi ini bisa terbawa hingga dewasa yang membuatnya menjadi cemas untuk berhadapan dengan orang lain.

Faktor Psikodinamik 
         Teori psikodinamik berpendapat bahwa beberapa kecemasan berakar dari trauma atau kekerasan di masa kecil seperti pernah diejek atau dipermalukan. Kecemasan ini bisa dilupakan tapi dapat muncul kembali di kemudian hari.

Refrensi:
Stefan Silbernagl & Florian Lang
PATOFISIOLOGI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar