Rabu, 09 Mei 2012

STROKE


Apa itu Stroke ?
Stroke merupakan serangan otak yang terjadi secara tiba-tiba dengan akibat kematian atau kelumpuhan sebelah bagian tubuh. 
Apa penyebab Stroke ?
Stroke terjadi melalui dua sebab utama, yaitu penyumbatan pada pembuluh darah atau pembuluh darah otak pecah.
Bagaimana gejalanya ?
·         Mati rasa yang mendadak di wajah, lengan, atau kaki dan terutama terasa di salah satu sisi saja, kiri atau kanan
·         Mendadak bingung, atau sulit bicara, atau sulit mengerti
·         Kesulitan penglihatan yang mendadak di salah satu atau kedua mata
·         Mendadak kehilangan keseimbangan atau koordinasi, atau kesulitan berjalan yang biasanya dibarengi rasa pusing
·         Sakit kepala yang mendadak tanpa penyebab yang jelas

Bagaimana diagnosisnya ?
·         Scan CAT (Computerised Axial Tomography)
Pemeriksaan dengan menggunakan sinar-x
·         MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Jika pemeriksaan dengan scan CAT tidak menunjukkan suatu penyumbatan atau kerusakan lain atau hasil scan CAT perlu diperjelas, maka digunakan MRI atau pencitraan getaran magnetic
·         ECG (Electrocardiography)
Pemeriksaan yang dilakukan untuk memperoleh grafik detak jantung, untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit jantung dan sejauh mana penyakit jantung itu mempengaruhi terjadinya serangan stroke
·         Tes Darah

Pengobatan yang dilakukan
Obat-obatan
·         Antitrombotik
·         Trombolitik
·         Neuroprotektif

RUJUKAN :


SISTEM IMUNITAS


Apa itu Sistem Imunitas ?
Sistem imunitas atau sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis kuman patogen dari luar, maupun sel kanker yang terjadi di dalam tubuh.
Apa penyebab Sistem Imunitas terganggu ?
·         Pola hidup yang tidak sehat
·         Gangguan metabolisme
·         Kelelahan fisik yang menyebabkan stres
·         Pengaruh obat yang berlebihan
·         Faktor genetik

Bagaimana gejalanya ?
Gejala awal gangguan sistem imun biasanya ditengarai oleh adanya peradangan. Peradangan adalah salah satu respon pertama dari sistem imun terhadap infeksi. Gejalanya adalah kemerahan dan bengkak yang diakibatkan oleh peningkatan aliran darah ke jaringan, seperti:
-       Infeksi akut (misalnya: pilek, flu)
-       Infeksi telinga
-       Infeksi saluran pernapasan (sinus)
-       Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan

Penyakit yang dapat timbul karena gangguan Sistem Imunitas berdasarkan golongannya
·         Imunodefisiensi, gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan terjadinya peningkatan kerentanan terhadap infeksi, dan perlambatan proses penyembuhan penyakit.
Gangguan pada sistem kekebalan ini menyebabkan:
-       AIDS
-       Kanker
-       Berbagai infeksi virus, jamur, atau bakteri
·         Alergi
·         Autoimun

 Pengobatan yang dilakukan
·         Biasakan mengonsumsi gizi yang seimbang
·         Olahraga
·         Istirahat yang cukup
·         Redam stres dengan relaksasi atau dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan
·         Hindari polusi asap: rokok, debu, knalpot kendaraan
·         Hindari minuman beralkohol
·         Obat-obatan

Pencegahan yang dapat dilakukan
·         Menjaga pola makan yang sehat dengan mengonsumsi gizi yang seimbang
·         Olahraga
·         Istirahat yang cukup

Dampak yang ditimbulkan bila Sistem Imunitas terganggu
Timbul berbagai penyakit, seperti AIDS, kanker, flu, pilek, sinus, dan sebagainya.
REFRENSI :

SINDROMA ANTI FOSFOLIPID


Apa itu Sindroma Anti Fosfolipid ?
Merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya autoantibodi yang bereaksi menyerang sistem pembekuan darah, hingga menimbulkan kondisi darah yang cenderung mudah membeku. 
Apa penyebab Sindroma Anti Fosfolipid ?
Sindrom anti fosfolipid dapat terjadi tunggal tanpa disertai dengan penyakit autoimun lainnya, disebut dengan Sindrom Anti Fosfolipid Primer. Atau dapat juga terjadi karena adanya suatu penyakit autoimun lain (Systemic Lupus Erythematosus / SLE), disebut dengan Sindrom Anti Fosfolipid Sekunder.

Bagaimana gejalanya ?
·         Trombosis (pembekuan atau penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena / arteri)
·         Keguguran berulang

Bagaimana diagnosisnya ?
Kriteria Klinis
·         Thrombosis vascular
Pernah mengakami satu kali atau lebih thrombosis arteri, vena atau pembuluh darah kecil pada jaringan atau organ tubuh manapun. Terjadinya thrombosis harus dipastikan dengan suatu pemeriksaan, yaitu pemeriksaan imaging atau teknikDoppler atau pemeriksaan histopatologi (pemeriksaan jaringan tubuh dengan menggunakan mikroskop)
·         Gangguan kehamilan
·         Kematian janin dalam kondisi normal (tanpa ada kecacatan) pada usia kehamilan 10 minggu atau lebih
·         Kelahiran premature (preterm) sebelum usia kehamilan 34 minggu karena terjadi eklampsia atau preeklampsia atau gangguan pada plasenta. Bayi yang dilahirkan dalam kondisi normal
·         Keguguran (abortus spontan) berulang sebanyak tiga kali atau lebih berturut-turut pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu

Kriteria Laboratorium
Deteksi adanya antibodi antifosfolipid yang menetap sangat penting dalam menegakkan diagnosa sindrom anti fosfolipid, yaitu :
·         Lupus Anticoagulant (LA)
Di dalam darah ditemukan LA yang menetap pada dua kali atau lebih pemeriksaan yang dilakukan dalam rentang waktu minimal 12 minggu (sesuai guidelines International Society of Thrombosis and Hemostasis)
·         Anticardiolipin Antibody (ACA)
Konsentrasi ACA IgG dan atau IgM di dalam darah meningkat sedang atau tinggi yang menetap pada dua kali atau lebih pemeriksaan yang dilakukan dalam rentang waktu minimal 12 minggu dengan metode yang baku (standar)
·         Anti β– Glycoprotein I Antibody (Anti β– GPI)
Terdapat Anti β– GPI di dalam darah yang menetap pada dua kali atau lebih pemeriksaan yang dilakukan dalam rentang waktu minimal 12 minggu dengan metode yang baku (standar)

Pengobatan yang dilakukan
Obat-obatan:
·         Aspirin dosis rendah
·         Warfarin
·         Heparin

Pencegahan yang dapat dilakukan
·         Memiliki pola makan yang baik dan seimbang, serta gizi yang cukup dan tidak berlebihan
·         Olah raga yang cukup dan tidak berlebihan
·         Hindari stress

Dampak yang ditimbulkan oleh Sindroma Anti Fosfolipid
·         MigraineStroke
·         Hilang atau menurunnya daya ingat
·         Gangguan penglihatan
·         Gangguan kulit
·         Thrombosis
·         Penyakit Jantung Koroner (PJK)
·         Penyumbatan Paru
·         Keguguran

RUJUKAN :

RHEUMATOID ARTHRITIS (RA) ATAU REMATIK


Apa itu Rematik ?
Rematik merupakan sekelompok penyakit yang menyerang berbagai organ dan jaringan tubuh seperti tulang, sendi, otot, bahkan darah atau organ tubuh lainnya.
Apa penyebab Rematik ?
Rematik dapat disebabkan karena kegemukan dan peradangan. Peradangan dalam hal ini terjadi karena kelebihan hasil metabolisme purin yang tertimbun di persendian.
Bagaimana gejalanya ?
·         Demam
·         Tubuh terasa lemah
·         Nyeri di sekujur tubuh
·         Kelelahan
·         Tidak nafsu makan
·         Penurunan berat badan
·         Pembengkakan sendi

Bagaimana mendiagnosanya?
Banyaknya jenis penyakit rematik yang gejalanya mirip satu sama lain, seringkali menyebabkan kesulitan untuk menentukan diagnosa yang tepat. Dalam hal ini pemeriksaan laboratorium yang dikombinasikan dengan pemantauan gejala klinik sangat berguna untuk membedakan jenis rematik dan juga memantau aktivitas penyakit.
Berikut ini pemeriksaan laboratorium untuk penyakit rematik:
·         Antistreptolysin (ASTO)
·         C-Reactive Protein (CRP)
·         Rheumatoid Factor (RF)
·         Asam Urat
·         Antinuclear Antibodies (ANA)
·         LE Test
·         Komplemen C3 dan C4
·         HLA B27
·         Anti-CCP

Karena jenis pemeriksaan laboratorium untuk penyakit rematik bermancam-macam, maka sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Pengobatan yang dilakukan
·         Gunakan kompres hangat
Gunakan handuk hangat basah untuk mengompres 10-15 menit sekurang-kurangnya dua kali sehari. Kehangatan dapat meringankan rasa sakit dengan menolong mengendurkan otot-otot, jaringan-jaringan ikat, serta tendon yang mengelilingi sendi.
·         Tambahkan sedikit suhu dingin
Letakkan es di sebuah kantung plastik makanan atau kantung es yang biasa dijual di apotek. Jangan menggunakan es langsung ke kulit. Untuk penambahan manfaat, es dapat digunakan bersama-sama terapi panas. Lakukan 10-15 menit panas, disusul dengan 10-15 menit dingin. Hal ini dapat membantu untuk mengatasi nyeri yang sangat hebat.
·         Istirahat yang cukup
·         Obat-obatan
-       Anti radang
-       Analgesik
-       Pelonggar otot
Pencegahan yang dapat dilakukan
·         Menjalani pola hidup sehat
·         Makan jangan berlebihan kalori
·         Olahraga
·          
Dampak yang ditimbulkan oleh Rematik
·         Cacat sendi
·         Ketidakmampuan fisik
·         Kematian

RUJUKAN :